Selesaikan Masalah Pekerja Migran, Indonesia dan Malaysia Matangkan MoU

- 24 Januari 2022, 18:01 WIB
Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah, dengan SDM Malaysia, Datuk Seri M. Saravanan mengadakan pertemuan di kantor Kemnaker/ Kemnaker
Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah, dengan SDM Malaysia, Datuk Seri M. Saravanan mengadakan pertemuan di kantor Kemnaker/ Kemnaker /

ZONABANTEN.com - Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat mematangkan penyelesaian nota kesepahaman tentang perekrutan Pekerja Migran Indonesia.

Pekerja Migran yang dimaksud adalah mereka yang ada di sektor domestik dari Indonesia (Memorandum of Understanding for the Recruitment of Domestic Workers from Indonesia).

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan pejabat dari kedua negara.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah, dengan Menteri Sumber Daya Manusia (SDM) Malaysia, Datuk Seri M. Saravanan mengadakan pertemuan di kantor Kemnaker, Jakarta, Senin 24 Januari 2022.

Baca Juga: Putra Mahkota Arab Saudi Erat Kontroversi, Ini Daftar Jabatan yang Menjadikannya Orang Penting di Pemerintahan

Menaker Ida Fauziyah mengatakan, "Pemerintah Malaysia telah menyetujui seluruh draft MoU penempatan pekerja domestik dari Indonesia dan dalam waktu dekat, akan segera dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua negara."

Ida menjelaskan, adanya MoU tersebut akan memberikan skema pelindungan yang memadai dan mengurangi risiko/masalah PMI di Malaysia.

Hal itu termasuk juga penegakan hukum terhadap majikan/agen yang melanggar perjanjian kerja, peraturan terkait di Malaysia.

Selain itu, perjanjian ini juga dalam upaya penghentian praktik system maid online dan konversi My Travel Pass (visa kunjungan biasa) menjadi visa kerja.

Baca Juga: Eric THE BOYZ Positif COVID-19, Agensi IST Entertainment Rilis Pernyataan

"Kedua negara telah sepakat, skema One Channel System adalah satu-satunya kanal untuk merekrut dan mempekerjakan PMI sebagai pekerja pada rumah tangga," ujar Menaker.

One Channel System merupakan integrasi dari aplikasi online SIAPkerja (termasuk di dalamnya aplikasi SISKOPMI) milik Indonesia dan aplikasi online Foreign Workers Centralized Management System (FWCMS) milik Malaysia.

Menurut Ida, penempatan satu kanal ini akan memudahkan dua negara dalam melakukan pengawasan dan dapat menekan biaya perekrutan dan penempatan PMI ke Malaysia.

"Sistem satu kanal ini juga diharapkan akan menekan secara signifikan jumlah PMI yang masuk ke Malaysia secara tidak sesuai prosedur yang berlaku," katanya.

Baca Juga: Sungjong INFINITE Keluar dari Woollim Entertainment, Simak Pernyataannya

Dalam pertemuan kali ini, Menaker didampingi Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi; Dirjen Binapenta dan PKK, Suhartono; Kepala Biro Kerja Sama, Muhammad Arif Hidayat; dan Direktur Bina Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Rendra Setiawan.

Pertemuan tersebut berlangsung singkat, hanya selama 30 menit.

Datuk Seri M. Saravanan mengatakan pihaknya menyetujui seluruh draft dalam MoU penempatan PMI sektor domestik dari Indonesia dan berharap segera dilakukan penandatanganan.

Baca Juga: PM Thailand akan Kunjungi Arab Saudi Pasca Kejadian Pencurian Permata Salah Seorang Pangeran Arab

Ia juga meyakini percepatan penyelesaian MoU ini mampu mendukung pemulihan ekonomi nasional Malaysia.

"Pemerintah Malaysia berharap percepatan penyelesaian MoU untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional Malaysia," kata Datuk Seri Saravanan seraya meminta Ida Fauziyah untuk dapat bertemu dengan Menteri KDN Malaysia.***

Editor: IDHY ADHYANINDA SUGENG MULYANDINI

Sumber: Kemnaker


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah