Pemerintah Indonesia Hapus Larangan Kedatangan WNA dari 14 Negara

14 Januari 2022, 15:31 WIB
Pemerintah Indonesia Hapus Larangan Kedatangan WNA dari 14 Negara /Pixabay

ZONABANTEN.com – Dari lansiran ANTARANEWS menjelang siang ini, 14 Januari 2022 bahwa Pemerintah Indonesia menghapus larangan masuk bagi Warga Negara Asing (WNA) asal 14 negara yang mempunyai transmisi Omicron yang tinggi.

Keputusan penghapusan larangan ini merupakan pertimbangan kemantapan tingkat nasional dan terapan Langkah mitigasi yang ketat di dalam negeri.

"Sejalan dengan antisipasi yang dilakukan pemerintah, Satgas Penanganan COVID-19 memutuskan meniadakan daftar 14 negara (dengan transmisi komunitas Omicron) asal WNA yang dilarang masuk ke Indonesia," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan pada media Jumat pagi ini.

Baca Juga: Omicron Masih Ada, Pengadilan Prancis Bolehkan Tidak Memakai Masker di Luar Ruangan

Ia menyatakan keputusan tersebut dilakukan bahwa varian Omicron berkembang luas ke 150 dari 195 negara di dunia per 10 Januari 2022.

"Jika pengaturan pembatasan daftar negara masih tetap ada, akan menyulitkan pergerakan lintas negara yang masih diperlukan untuk mempertahankan stabilitas negara termasuk pemulihan ekonomi nasional," ujarnya.

Kebijakan membuka pintu perjalanan luar negeri dilaksanakan berdasarkan hasil keputusan bersama dalam rapat terbatas pada 10 Januari 2022 dan tertuang dalam Surat Edaran Satgas COVID-19 No. 02/2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi COVID-19.

Baca Juga: Dirjen Holtikultura Sebut Anggur Punya Potensi, Komunitas di Tangsel Harap Support Anggaran

Keputusan menghapus daftar negara asal WNA yang tidak boleh memasuki Indonesia, menurutnya, juga bersamaan dengan keputusan kriteria WNA yang masih tetap sama ketatnya sebagaimana yang telah diatur dalam surat edaran satgas sebelumnya.

Atas penghapusan daftar negara tersebut, pemerintah menyamakan waktu karantina bagi seluruh pelaku pelancongan menjadi 7x24 jam, paparnya.

Aturan ini tertuang dalam SK Kepala Satgas No 3 Tahun 2022 tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina dan Kewajiban RTPCR Bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Percangongan Manca Negara berlaku per 12 Januari 2022.

Menurutnya, peputusan ini juga didukung dengan temuan ilmiah di berbagai penjuru dunia dantaranya kajian oleh Brandal dkk (2021) bahwa median dari masa inkubasi kasus varian Omicron ialah tiga hari setelah pertama kali terpapar.

Baca Juga: 10 Fakta Menakjubkan Patung Prajurit Terakota, Ribuan Masih Terkubur Hingga Tiap Wajah Tak Ada yang Serupa

Warta awal hasil investigasi epidemiologi varian Omicron di Jepang tahun 2022, menurutnya, mengatakan bahwa jumlah virus pada penderita akan mencapai titik tertinggi pada hari ketiga sampai keenam setelah timbul gejala.

Demikian juga Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat.

Para kelompok ahli CDC merekomendasikan masa karantina yang lebih pendek setelah terbukti secara ilmiah bahwa kemampuan seseorang positif menulari orang lain terjadi pada awal infeksi, yaitu di hari pertama dan kedua, sebelum muncul gejala hingga dua sampai tiga hari setelahnya.

Baca Juga: Tinjau Akselerasi Vaksinasi Massal, Kapolri: Wilayah Maluku Harus Segera Kejar Target 70 Persen

“Prinsip karantina ini adalah masa untuk mendeteksi adanya gejala, karena ada waktu sejak seseorang tertular hingga menunjukkan gejala. Dengan demikian, lolosnya orang terinfeksi ke masyarakat dapat dihindari,” ujar sambal menutup pembicaraannya.***

Editor: Bunga Angeli

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler