Inflasi di Kota Serang Naik, Bawang Merah Disebut Jadi Salah Satu Pemicunya

- 23 April 2024, 12:22 WIB
Pj. Wali Kota Serang, Yedi Rahmat.
Pj. Wali Kota Serang, Yedi Rahmat. /Pemkot Serang

ZONABANTEN.com – Pasca Idulfitri 2024, harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional Kota Serang masih tinggi, terutama bawang merah. Hal ini membuat pembelinya berkurang karena harganya kurang terjangkau.

Menurut Penjabat (Pj.) Wali Kota Serang, Yedi Rahmat, pihaknya akan mengambil langkah untuk menjaga kestabilan harga bahan pangan di Kota Serang. Pihaknya pun telah menerima arahan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI).

“Tadi kami menghadiri rapat zoom meeting dengan Pak Mendagri terkait dengan pengendalian inflasi,” katanya usai mengikuti rapat virtual di Aula Wali Kota Serang pada Senin, 22 April 2024.

Yedi menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan terus memantau harga bahan pangan di daerah ini bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) setempat agar langkah-langkah yang strategis dapat disusun untuk mengatasi persoalan tersebut.

Baca Juga: Harga Bawang Merah di Pasar Lama Kota Serang Naik Gila-gilaan, Pembelinya Berkurang

“Harga sembako naik, langsung kita cek ke lapangan kenaikan harga sembako bersama Asda II dan TPID, baik dari ketersediaan komoditas maupun kenaikannya, sesuai dengan arahan dari Kemendagri,” ujarnya.

Menurut Yedi, kenaikan harga bawang merah di Kota Serang dapat terjadi karena pasokannya berkurang. Kondisi cuaca yang tidak menentu dapat mempengaruhi produksi bawang merah, menyebabkan kelangkaan, dan meningkatkan harganya di pasaran.

“Misalnya bawang merah kan sentra pertaniannya itu ada di Brebes, mungkin dia lagi hujan atau apa, kan kita enggak tahu kondisi cuaca di sana,” tuturnya.

Sementara itu, menurut Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi, inflasi di Kota Serang menyentuh angka 3,5 persen pada April 2024. Angka ini mengalami peningkatan dan salah satu faktor pemicunya adalah kenaikan harga bawang merah.

Baca Juga: RSUD Kota Serang Ramai Pasien Pasca Lebaran 2024, Banyak yang Terkena DBD

“Maret di angka 3,2 dan April di angka 3,5. Kalau target untuk inflasi kalau lihat pusat kan 2,5 persen+1, jadi tadi itu dari Pak Mendagri kalau secara nasional, Kota Serang masih aman,” ucapnya.

“3,5 persen ini pemicu kenaikannya adalah pada waktu puasa dan Idulfitri, itu semua merata terjadi. Provinsi Banten di Kota Tangerang yang paling tinggi,” tambahnya.

Yudi menuturkan, Pemkot Serang akan berupaya menggalakkan penanaman bawang merah di kalangan petani setempat untuk mengurangi ketergantungan dari daerah lain. Pihaknya pun akan menyediakan bibit bawang merah yang layak tanam.

“Bisa kita lakukan pasar tani, kalau mereka agak kesulitan menjual, kita bantu. Ada pasar tani dan bantuan untuk bibit bawang,” kata Yudi.***

Editor: Rismahani Ulina Lubis


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah