Peneliti Transportasi : Tanpa Regulasi, Bersepeda Bisa Jadi Ancaman

- 1 Juli 2020, 12:10 WIB
Ilustrasi bersepeda. /Pexels/Snapwire

ZONABANTEN.com – “Harta, wanita dan sepeda”, itu guyonan yang kini ramai di masyarakat terkait dengan makin banyaknya goweser lalu lalang di jalanan. Quote tadi sebetulnya mengungkapkan bahwa bersepeda kini sudah menjadi gaya hidup. Orang yang kini bersepeda, masuk dalam kalangan orang “terpandang”.

Namun sayangnya, tren (punya) sepeda  di masyarakat tidak diimbangi dengan regulasi yang baik dari pemerintah. Goweser yang kini banyak ditemukan di berbagai sudut jalan - terutama di kota-kota besar di Indonesia - membuat peneliti transportasi angkat bicara.

Baca Juga: Harga HP Oppo Terbaru A3s, A5 2020, A52, A92 dan Spesifikasinya Mulai 1,6 Jutaan

Seperti dikutip dari Pikiran-Rakyat.com pada Selasa 30 Juni 2020, Rian Wicaksana, Transport Associate dari Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) menyebut fenomena ini sebagai peluang sekaligus ancaman bagi masyarakat.

"Sebenarnya, ini bisa jadi sebuah opportunity (kesempatan) dan menjadi ancaman juga buat kita," ujar Rian.

Menurutnya, ancaman bisa muncul jika tak ada upaya untuk menjadikan fenomena ini sesuatu yang berkelanjutan.

Artikel ini sebelumnya sudah dimuat dengan di Pikiran-Rakyat.com dengan judul Marak Pesepeda Kala Pandemi, Peneliti Transportasi: Bisa Jadi Ancaman Jika Tak Disokong Regulasi

"Ancamannya itu, jika momentum ini tidak dijaga. Misalkan tidak didukung dengan regulasi yang baik dari pemerintah.  Pengguna kendaraan bermotor akan semakin brutal di jalan," terangnya.

Ia mencontohkan dengan seorang pengguna sepeda baru yang melintasi ke jalan raya. Ketika mereka tidak mendapatkan jaminan keamanan dan keselamatan, otomatis masyarakat cenderung takut untuk bersepeda.

"Sepanjang Covid-19 kan mereka mencoba sepeda baru, terus ada motor yang tingkahnya kadang-kadang membahayakan keselamatan pesepeda ini," tutur Rian.

Halaman:

Editor: Bondan Kartiko Kurniawan

Sumber: Pikiran-Rakyat.com


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X