Warga Baduy Gelar Seba, Jalan Kaki 100 Kilometer ke Provinsi Banten

29 April 2023, 12:22 WIB
Masyarakat Baduy melakukan tradisi Seba dengan berjalan kaki menuju Provinsi Banten. /Instagram @wisatatangerangid

ZONABANTEN.com – Sebanyak lebih dari 1.200 masyarakat Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak melakukan tradisi Seba, atau berkunjung ke kepala daerah di Provinsi Banten.

Para pejalan kaki membawa hasil pertanian yang mereka miliki. Adapun pelaksanaan upacara ritual Seba diagendakan pada Sabtu, 29 April 2023, pukul 20.00 WIB.

Untuk masyarakat Baduy Luar akan melakukan perjalanan menuju Kota Serang dengan menggunakan belasan truk. Sementara sebanyak 40 orang masyarakat Baduy Dalam yang mewakili Kampung Cibeo, Cikeusik, dan Cikawartana akan berjalan kaki dari Rangkasbitung menuju Kota Serang.

Menurut penuturan pemuka Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes Kabupaten Lebak, Jaro Saija, masyarakat Baduy Dalam memiliki aturan lembaga adat yang harus dipatuhi, salah satunya adalah pergi ke manapun dengan berjalan kaki.

Baca Juga: Mantan Narapidana Bisa Daftar Caleg Pemilu 2024, Berikut Syaratnya

Masyarakat Baduy wajib melaksanakan Seba sekurang-kurangnya setahun sekali. Tradisi Seba sendiri merupakan titah nenek moyang yang harus dijaga dan dirawat.

Ayah Mursyid, salah seorang tokoh Baduy Dalam menjelaskan perayaan Seba merupakan ungkapan rasa syukur. Mursyid khawatir, jika Seba tidak dilaksanakan maka dikhawatirkan akan terkena musibah.

“Jika kami tidak melaksanakan perayaan Seba, dikhawatirkan (akan) terkena musibah bencana alam,” ujarnya.

Mursyid mengatakan kalau masyarakat Baduy Dalam berjalan kaki kurang lebih sejauh 100 kilometer dari tempat tinggal menuju kediaman pemerintah Provinsi Banten.

Baca Juga: Anak Ahmad Dani, Al dan El Resmi Jadi Kader Partai Gerindra

Ia mengungkapkan, sebagai salah satu tokoh Baduy Dalam, warganya dilarang menaiki angkutan umum ataupun memiliki telepon seluler. Jika aturan tersebut diabaikan, maka akan dikeluarkan oleh adat dan hanya menjadi Baduy Luar.

Meskipun berjalan sejauh 100 kilometer, Mursyid mengaku bahagia dan senang, sebab perayaan Seba sarat akan makna dan mampu menjalin silaturahmi dengan kepala daerah dan pejabat setempat.

Tidak hanya sekedar berjalan kaki, perayaan Seba juga bisa dijadikan alat untuk menyalurkan aspirasi terhadap pemerintah dengan tujuan mencari solusi demi kesejahteraan.

Mursyid juga mengaku senang usai Gubernur Banten menetapkan masyarakat Baduy ditetapkan sebagai masyarakat desa adat.***

Editor: Rismahani Ulina Lubis

Sumber: Antara News

Tags

Terkini

Terpopuler