Atmosfer Pilkada 2024 Mulai Terasa, ASN Kota Tangerang Dilarang Terlibat Politik Praktis

- 15 Mei 2024, 19:26 WIB
Pj. Wali Kota Tangerang, Nurdin, melarang ASN setempat terlibat politik praktis dalam Pilkada 2024.
Pj. Wali Kota Tangerang, Nurdin, melarang ASN setempat terlibat politik praktis dalam Pilkada 2024. /Pemkot Tangerang

ZONABANTEN.com – Meskipun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 baru akan digelar pada November mendatang, atmosfernya mulai terasa. Orang-orang dari berbagai kalangan menyatakan kesiapannya untuk mengikuti pesta demokrasi tersebut.

Atas kondisi ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Tangerang diimbau untuk tidak terlibat dalam kampanye peserta Pilkada 2024. Hal itu disampaikan Penjabat (Pj.) Wali Kota Tangerang, Nurdin. Dia menegaskan, ASN Kota Tangerang harus fokus pada tugasnya.

Nurdin pun telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 800.1.6.1/5391/V/2024 tentang Ketentuan ASN di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam Pelaksanaan Pilkada 2024. Seluruh ASN setempat wajib mematuhi aturan yang tertuang di dalamnya.

“ASN harus fokus pada tugas dan fungsinya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Nurdin, dikutip dari situs resmi Pemkot Tangerang pada Rabu, 15 Mei 2024.

Baca Juga: Duet Sachrudin dan Andri di Pilkada Kota Tangerang 2024 Dinilai Ideal, Begini Kata Pengamat Politik

Nurdin menyampaikan, ASN wajib bersikap netral dan profesional. Jika ada ASN Kota Tangerang yang mengikuti Pilkada 2024, sang ASN harus mundur dari jabatannya. Jika tidak, maka dia melanggar kode etik ASN dan dapat dikenakan sanksi.

“ASN dilarang menjadi anggota partai politik, dilarang mengikuti kampanye, menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai politik atau atribut ASN, menggiring ASN lain untuk menjadi peserta kampanye,” ujarnya.

Nurdin melanjutkan, ASN Kota Tangerang juga dilarang mengambil keputusan yang berpengaruh terhadap peserta Pilkada 2024 dan dilarang menunjukkan keberpihakan terhadap calon kepala daerah, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Baik sebelum selama, dan setelah masa kampanye. Dilarang mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap salah satu pasangan calon, termasuk pertemuan, ajakan, imbauan, seruan, atau pemberian barang,” tuturnya.

Baca Juga: Profil Sachrudin, Politikus Golkar yang Disebut Bakal Ikut Pilkada Kota Tangerang 2024

Halaman:

Editor: Rismahani Ulina Lubis


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah