Kasus Terinfeksi Omicron di Indonesia Meningkat, Sebanyak 840 Kasus Telah Dilaporkan

18 Januari 2022, 20:33 WIB
Ilustrasi varian Omicron. PIXABAY/Alexandra_Koch /

ZONABANTEN.com - Kasus infeksi virus corona tipe SARS-CoV-2 varian B.1.1.529 atau Omicron di Indonesia semakin bertambah hingga mencapai angka 840 kasus pada Senin, 17 Januari 2022.

Data dan informasi tersebut disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Sejak Omicron terdeteksi pada 15 Desember 2021 sampai 17 Januari 2022 sudah ada 840 kasus positif Omicron," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam diskusi virtual di Jakarta, Selasa, 18 Januari 2022.

Baca Juga: Kenapa Kita Perlu Vaksin Booster? Berikut Penjelasan Kumaila Hakimah

Siti Nadia menyatakan bahwa 609 kasus infeksi Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri.

Selain itu ada juga 174 kasus transmisi lokal Omicron dan 57 kasus penularan Omicron lain yang masih dikaji sumber penularannya.

Siti Nadia merinci kasus infeksi Omicron terbanyak dari para pelaku perjalanan Arab Saudi (112 kasus) diikuti oleh pelaku perjalanan dari Turki (106 kasus), Amerika Serikat (62 kasus), Malaysia (49 kasus), dan Uni Emirat Arab (45 kasus).

Dari 840 orang terinfeksi Omicron, menurutnya, sebanyak 79,1 persen telah memperoleh dua dosis vaksin COVID-19.

Dengan keterangan 4,2 persen sudah mendapat vaksinasi dosis pertama, tujuh persen belum menjalani vaksinasi, dan 9,7 persen belum diketahui status vaksinasinya.

Baca Juga: BJB Tangsel Ungkap Penyebab UKM Bangkrut: Gaya Hidup, Berjudi hingga 'Main Perempuan'

"Tentunya menjadi kewaspadaan kita bahwa orang yang sudah divaksin saja masih bisa terkena Omicron, apalagi yang belum divaksin. Kita melihat orang yang sudah divaksin tertular Omicron gejalanya lebih ringan," ujarnya.

Siti Nadia menyatakan bahwa ada kecenderungan kenaikan kasus penularan COVID-19 di awal tahun 2022, tetapi angka kenaikannya belum signifikan.

"Apa yang terjadi di 2020 ke 2021, puncak kasus terjadi di 19 Januari 2021 disebabkan kenaikan  mobilitas di akhir tahun. Saat ini kita juga melihat peningkatan mobilitas di akhir tahun 2021, bahkan sampai akhir pekan ini, tetapi belum terjadi peningkatan yang signifikan," jelas Siti Nadia.

“ Namun kita tetap waspada, protokol kesehatan harus tetap kita jalankan sambil percepatan vaksinasi," tutupnya.***

Editor: IDHY ADHYANINDA SUGENG MULYANDINI

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler