Pluto Kini Bukan Lagi Dianggap Sebagai Planet, Ini Penjelasannya

- 4 Juni 2020, 12:15 WIB
ilustrasi tata surya /PIXABAY @KERBSTONE

ZONABANTEN.com - Beberapa belas tahun lalu, sebagian dari kita mungkin sempat mengenal Pluto sebagai planet terjauh sekaligus terkecil di tata surya. Pluto sendiri ditemukan pertama kali tahun 1930 oleh astronom asal Amerika Serikat, Clyde Tombaugh dan dinobatkan sebagai planet kesembilan setelah Neptunus.

Memang, dari segi ukuran, Pluto, untuk sebuah planet di tata surya, ukurannya memang terbilang kecil. Tetapi para astronom pada saat itu, sangat yakin bahwa Pluto memang planet ke-9 di tata surya kita.

Kemudian permasalahan muncul. Pada tahun 2006, di pertemuan umum International Astronomy Union (IUA) memutuskan bahwa objek ini tidak lagi disebut sebagai planet. Ini karena Pluto tidak memenuhi kriteria sebuah planet.

Baca Juga: Robot Perseverance Jadi Unggulan NASA Dalam Eksplorasi Planet Mars
IUA merilis bahwa terdapat tiga aturan yang harus dipenuhi agar objek antariksa dapat dikategorikan sebagai planet. Pertama, planet harus berbentuk bola. Kedua, planet di Tata Surya harus mengorbit Matahari. Ketiga, planet harus “membersihkan” orbitnya. Artinya bahwa ketika sebuah planet bergerak, gravitasinya harus mampu menyapu dan membersihkan ruang di sekitarnya dari benda-benda lain.

Dua syarat pertama, yaitu berbentuk bola dan mengorbit pada Matahari telah berhasil dipenuhi. Tapi, ia tidak mampu membersihkan lingkungan orbitnya. Hingga kini, objek antariksa ini dikelilingi ribuan objek langit dan puing-puing.

Baca Juga: Haji 2020 Batal, Begini Prosedur Pengembalian Setoran Lunas BPIH Reguler

Idealnya, Pluto harus membersihkan objek-objek lain disekitarnya, untuk dapat disebut sebagai planet. Tetapi kemudian, untuk mengelompokkan planet-planet seperti Pluto ini, para astronom menciptakan sebutan khusus yang bernama “dwarf planet” atau planet kerdil.

Dari hasil pengamatan, kita mengetahui bahwa Pluto, hanyalah salah satu dari banyak sekali objek langit yang berada di area yang bernama Kuiper Belt. Di Kuiper Belt ini terdapat sekitar 70.000 objek langit seperti Pluto. Salah satunya adalah Eris yang ukurannya lebih besar dari Pluto, dimana akhirnya itu membuat status Pluto sebagai planet dipertanyakan.

Baca Juga: Pesawat Tiongkok Tianwen-1 Akan Berlomba Dengan AS Dalam Misi Eksplorasi Planet Mars
Walaupun tidak lagi termasuk ke dalam planet, bukan berarti astronom mengabaikan keberadaannya. Di tahun 2015, NASA berhasil menampilkan foto objek antariksa ini dalam resolusi tinggi sehingga kita dapat melihat bentuknya dengan lebih jelas.
Planet kerdil ini sejauh ini diketahui memiliki lima satelit, yakni Charon, Styx, Nix, Kerberos, dan Hydra. Pluto dan Charon kadang dianggap sistem biner karena barisenter orbit mereka terletak di antara kedua objek ini.

Baca Juga: SIM Anda Habis Masa Berlakunya, Belum Tentu Ditilang, Kok Bisa?
Selain Pluto, ilmuwan juga telah menemukan empat planet kerdil lainnya, yaitu Ceres, Makemake, Haumea, dan Eris.***

Halaman:

Editor: Bondan Kartiko Kurniawan


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X