Para Pasien Kasus Omicron di Inggris Alami Gejala Mengejutkan, Ini Kata Para Ahli

- 24 Desember 2021, 20:38 WIB
Para Pasien Kasus Omicron di Inggris Alami Gejala Mengejutkan, Ini Kata Para Ahli/Ilustrasi dari Anna Shvets/Pexels
Para Pasien Kasus Omicron di Inggris Alami Gejala Mengejutkan, Ini Kata Para Ahli/Ilustrasi dari Anna Shvets/Pexels /

ZONABANTEN.com – Para pasien kasus varian Omicron di Inggris, alami gejala mengejutkan.

Banyak dari mereka yang di tes positif untuk varian tersebut tidak melaporkan gejala covid seperti pada umumnya.

Mereka merasakan kondisi yang kedinginan. Hal ini di salah artikan oleh banyak orang sebagai efek dari musim dingin di negara tersebut.

Hal tersebut datang bersamaan dengan serangkaian studi yang menunjukkan bahwa varian Omicron IS lebih ringan daripada jenis lainnya.

Baca Juga: Tidak Ada Kontroversi Distorsi Sejarah seputar K-Drama “Snowdrop”, Berikut Bantahan JTBC

Berdasarkan laporan resmi dari Inggris, mengungkapkan bahwa rawat inap akibat kasus ini 50 sampai 70 persen lebih rendah, dibandingkan dengan varian Delta.

“Kampanye Sun’s Jabs Army di negara itu merupakan upaya terbaik untuk melawan virus pandemi,” ujar petugas kesehatan yang telah berulang kali mengatakan hal itu.

Kampanye Sun’s Jabs Army memberikan vaksin ekstra yang penting untuk menghindari adanya pembatasan kembali.

Aplikasi studi gejala COVID ZOE, telah berhasil melacak kasus dan gejala covid di Inggris sejak awal pandemi.

Baca Juga: Simak 5 Syarat Baru Penerbangan Domestik Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Aplikasi ini membantu para tenaga kesehatan untuk mencatat adanya tanda-tanda dari varian baru.

Analisis terbaru menunjukkan jika hanya setengah dari orang yang saat ini menderita covid, yang mengalami tiga gejala klasik menurut Pusat Pengendalian Kesehatan.

Tiga gejala klasik tersebut adalah demam, batuk, dan kehilangan indra perasa dan penciuman.

“Ini mungkin akan mengejutkan bagi sebagian orang, karena pemerintah Inggris tidak pernah memperbarui panduan tentang gejala covid, diluar tiga gejala klasik yang sudah kita ketahui,” ujar para ahli.

Baca Juga: Kim Go-eun Konfirmasi Kolaborasi dengan Sutradara 'Vincenzo' di Drama Berikutnya

“Beberapa bulan lalu, lewat studi dari aplikasi COVID ZOE mengidentifikasi berbagai tanda-tanda covid. Sebagian besar gejalanya yaitu batuk dan pilek,” tambahnya.

Saat ini, lima gejala teras yang muncul pada aplikasi tersebut adalah pilek, sakit kepala, kelelahan, bersin-bersin, dan sakit tenggorokan.

Kabut otak juga muncul sebagai gejala umum pada aplikasi dari orang Inggris yang terinfeksi.

Baca Juga: Hadirkan Serial Sci-fi Luar Angkasa Pertama Korea, Gong Yoo dan Bae Doona Siap Berpetualang di The Silent Sea

Menurut profesor Tim Spector, jumlah kasus dengan gejala baru semakin tinggi selama seminggu terakhir. Angka-angka tersebut memunculkan kekhawatiran.

“Kabar baiknya, berdasarkan 2.500 kemungkinan kasus yang dilaporkan pada aplikasi COVID ZOE, menunjukan bahwa varian Omicron lebih rendah daripada varian Delta,” ujarnya.

Namun profesor Tim juga menambahkan bahwa kemungkinan varian yang sangat menular ini akan menginfeksi lebih banyak orang sebelum akhir tahun. ***

Editor: IDHY ADHYANINDA SUGENG MULYANDINI

Sumber: The Sun


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah