Harga Beras Mulai Melambung, Warga Kabupaten Lebak Khawatir dan Bingung

- 20 Februari 2024, 12:30 WIB
Harga beras di Kabupaten Lebak mulai melambung, warga setempat khawatir dan bingung.
Harga beras di Kabupaten Lebak mulai melambung, warga setempat khawatir dan bingung. /ANTARA

ZONABANTEN.com – Harga beras di sejumlah daerah di Indonesia mulai melambung pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Hal serupa terjadi di Kabupaten Lebak dan membuat warga setempat bingung sekaligus khawatir tak mampu membeli beras lagi jika harganya tak terkendali.

Menurut Ma Uni (60 tahun), warga Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kabupaten Lebak, harga beras medium di Pasar Rangkasbitung sekarang mencapai Rp14.500 per kilogram dari Rp.8.500 per kilogram. Kenaikan harganya hampir dua kali lipat.

Ma Uni mengatakan, ketersediaan beras di Pasar Rangkasbitung masih cukup banyak tapi harganya melambung. Hal ini menurutnya sangat membebani orang-orang berpenghasilan pas-pasan seperti dirinya yang berprofesi pedagang kecil.

Ma Uni pun mengaku khawatir pada pelanggannya yang bekerja sebagai pengamen. Sang pelanggan adalah suami istri berpenghasilan rendah dan tak menentu. Ada juga yang suaminya menderita penyakit stroke. Hal ini membuat Ma Uni merasa kasihan pada mereka.

Baca Juga: Puluhan Rumah Warga Kabupaten Lebak Rusak akibat Bencana Alam, Bantuan Tak Kunjung Disalurkan

“Kami terkadang merasa kasihan dan memberikan bantuan beras kepada mereka, termasuk keluarga yang suaminya stroke,” katanya.

Menurut Ma Uni, dia mampu meraup keuntungan bersih sebanyak Rp70-Rp100 ribu per hari dengan berjualan keliling menggunakan sepeda ontel. Uang ini hanya cukup untuk makan keluarganya dan sisanya ditabung untuk membayar rumah kontrakan yang ditempatinya.

Ma Uni pun mengaku belum pernah menerima bantuan berupa beras atau bahan pangan lainnya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak meskipun dia telah menyerahkan Kartu Keluarga (KK) ke kantor Lurah Rangkasbitung Barat. Padahal, keluarganya layak menerima bantuan tersebut.

“Kami berharap yang penting harga beras kembali normal dan stabil, seperti dulu Rp8.500 per kilogram, sehingga tidak membebani keluarga pendapatan ekonomi pas-pasan,” ujarnya.

Baca Juga: Dilanda Hujan Deras dan Angin Kencang, Belasan Rumah di Kabupaten Lebak Roboh

Halaman:

Editor: Rismahani Ulina Lubis

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah