Tidak Memiliki Peraturan yang Jelas, China Siap Selidiki Live Streamer Terkait Pajak

- 31 Maret 2022, 07:08 WIB
Ilustrasi. Tidak Memiliki Peraturan yang Jelas, China Siap Selidiki Live Streamer Terkait Pajak
Ilustrasi. Tidak Memiliki Peraturan yang Jelas, China Siap Selidiki Live Streamer Terkait Pajak /

ZONABANTEN.com - Semakin besarnya industri digital, semakin banyak juga pekerjaan yang bisa dilakukan “hanya” dengan gadget dan internet. Misalnya seperti industri live streaming yang dipermasalahkan oleh China.

Negeri Tirai Bambu itu menilai bahwa pemilik platform dan juga orang yang melakukan pekerjaan streaming (live streamer) masih belum terbuka terkait permasalahan pajak.

Administrasi Perpajakan Negara melalui situsnya mengatakan bahwa live streamer dan platform penyalur jasa harus bersaing secara adil di negara ini dan jujur untuk menjalani kewajiban membayar pajak.

Hal ini terjadi karena ada sistem fleksibilitas yang membuat semuanya seakan tidak terikat oleh sebuah peraturan. Dan menjadi masalah yang besar bagi China karena industri live streaming ini benar-benar sedang meningkat.

Baca Juga: Hasil J2 League 2022 Pekan ke 7, Rabu 30 Maret 2022, Tokyo Verdy Menang, Pratama Arhan sudah Bermain?

“Ada masalah manajemen yang buruk dari platform live streaming, perilaku dalam beriklan yang tidak teratur, dan menghindari pajak,” kata Administrasi Perpajakan Negara menuliskan di situsnya, Rabu, 30 Maret 2022 dikutip dari Reuters.

Administrasi Perpajakan Negara lantas menjelaskan bahwa hal itu semua dapat menghambat perkembangan industri yang sehat dan merusak keadilan.

Diketahui bahwa industri ini berkembang sangat pesat di China. Banyak orang yang menjadi live streamer dan/atau influencer di media sosial.

Mereka memiliki pengikut yang banyak dan menghasilkan banyak uang di sana. Namun, peraturan tidak dijalankan ini membuat beberapa dari mereka bebas lari dari tanggung jawab membayar pajak.

Baca Juga: Kabar Baik! WHO Ungkap 2 Kemungkinan Covid-19 Bisa Semakin Ringan ke Depannya

Dalam hal ini China juga menyalahkan pihak platform yang tidak memiliki kebijakan yang jelas.

Pada 18 Maret 2022, Zhang Yongjun selaku kepala Cyberspace Administration of China (CAC) membahas tentang multi-channel network (MCN).

MCN ini dianggap sebagai payung dari platform-platform dan live streamer yang ada. Dan dinilai memiliki influencer dengan konten yang berbahaya bagi masyarakat.

Zhang meyakini bahwa itu semua terjadi karena belum adanya regulasi yang ketat untuk industri ini.

“Peraturan kami untuk agensi MCN bukan berarti kami ingin “mematikan” mereka, tapi kami berharap agar mereka bisa berjalan secara legal dan memiliki standar yang sama,” ucap Zhang.

Baca Juga: Warung Makan Tidak Perlu Tutup Saat Ramadhan, MUI: Tidak Perlu Ada Sweeping, MUI Daerah Juga Bikin Imbauan

Maka, masalah pajak menjadi salah satu dampak dari kebijakan yang belum tertib dijalankan.

Seorang influencer, Viya dengan nama asli Huang Wei dikenakan denda sebesar 211.1 juta USD pada Desember 2021 lalu karena telah menyembunyikan pendapatannya di tahun 2019 dan 2020***

Editor: Yuliansyah

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah