Ini Kuliner Favorit di Kota Palembang, dari Pempek sampai Martabak Har

- 26 Juni 2020, 12:41 WIB
Jembatan Ampera di Kota Palembang, Sumatera Selatan
Jembatan Ampera di Kota Palembang, Sumatera Selatan /FENY SELLY/ANTARA FOTO

ZONABANTEN.com - Bicara tentang kuliner atau makanan khas daerah,Palembang menjadi salah satu destinasinya. Beragam jenis makanan – baik yang ringan ataupun yang berat – tersaji di kota yang disatukan oleh Sungai Musi ini. Mulai dari yang berkuah, hingga yang pedas mengigit lidah.

Berikut ini daftar tempat  kuliner favorit yang dapat anda telusuri saat anda berada di kota Palembang, Sumatera Selatan.

ANEKA pempek.*
ANEKA pempek.* ANTARA/Feni Selli

1.Pempek
Makanan yang satu ini, jadi menu wajib untuk dicoba bila mampir ke Palembang. Pempek ternyata banyak juga variannya. Kalau boleh menyebut beberapa di antaranya, ada pempek ada’an, pempek lenjer, pempek kapal selam, pempek kulit dan pempek lenggang.

Pempek disediakan bersama cukanya yang disebut Cuko.  Pempek dimakan dengan cara dicocol cuko sebelum dimakan.  Cuko pempek juga bisa diminum sedikit. Cuka pempek di Palembang, rasanya lebih pekat dan lebih pedas.

Warga asli Palembang punya kemampuan membuat pempek. Jadi jangan heran, kalau di dalam gang-gang kecil, lorong-lorong, toko atau mall, ada penjual pempek. 

Baca Juga: Zumi Zola Digugat Cerai Sang Istri, Sidang Akan Dilakukan Virtual

Pempek yang terkenal sebagai oleh-oleh ataupun makan di tempat adalah Pempek Lenggang jalan Merdeka, Pempek Candy dan Pempek Pak Raden.

2. Mie Celor

Bagi sebagian masyarakat Palembang, mie celor sudah menjadi santapan wajib selain pempek. Mie celor atau mi celup sebenarnya tak hanya ada di Kota Palembang, tetapi hampir di semua kota di Pulau Sumatera, seperti Jambi dan Bandar Lampung. Namun, di Palembang, Mie Celor menjadi makanan khas, nyaris se-populer pempek. Bukan hanya orang Palembang yang tinggal di Palembang saja yang menggemari mie celor, tetapi juga orang Palembang di perantauan. Terutama saat musim liburan karena banyak orang Palembang yang pulang kampung. Pada saat itu Mie Celor jadi menu wajib selain pempek.

Baca Juga: Mengungkap Rahasia Laut, Ada Ikan Bermuka Seram

Mie celor sendiri mirip seperti mie rebus, tetapi kuahnya kental dan mienya yang berwarna kuning berukuran besar, lurus tidak keriting, lebih mirip spaghetti. Mie celor adalah hidangan mie yang disajikan hangat dalam campuran kuah santan dan kaldu ebi (udang kering), ditambah tauge dan irisan telur rebus, serta ditaburi irisan seledri, daun bawang dan bawang goreng. Kenapa disebut dengan nama Mie Celor? Karena sebelum disajikan, mie dan tauge terlebih dahulu dicelor atau dicelup-celup alias direndam di air mendidih.
Banyak tempat yang menawarkan mie celor. Mulai dari warung biasa, toko, hingga hotel. Tapi, tempat yang paling banyak dicari wisatawan dan pendatang  terletak di kawasan 26 Ilir Palembang.

3.Pindang Patin

Pindang Patin atau Pindang Ikan Patin adalah salah satu menu favorit warga Palembang saat santap siang. Kuliner Palembang ini sudah dikenal sejak lama karena banyaknya hidangan lezat berbahan dasar ikan. 

Baca Juga: Resmi! Sirkuit Jerez Spanyol Jadi Pembuka MotoGP 2020, Balapan Perdana 19 Juli

Awalnya, menu ini tercipta karena ikan patin banyak terdapat di Sungai Musi. Tak melulu digoreng, ikan patin justru lebih terasa istimewa saat dipindang. Itu sebabnya, menu Ikan Pindang Patin Palembang diakui sebagai kuliner khas Palembang yang tiada duanya.Banyak rekomendasi tempat makan Pindang Ikan Patin. Mulai dari kawasan Jalan Angkatan 45, Jalan Demang Lebar Daun, Jalan Merdeka hingga di Jalan Kapten A.Rivai Palembang.

4.Martabak “HAR”

Martabak HAR merupakan makanan Khas yang berasal dari India yang dibawah oleh Haji Abdul Razak. HAR sendiri merupakan singkatan nama dari pemilik tokoh martabak waralaba tersebut yaitu Haji Abdul Rozak. Haji Abdul Rozak adalah saudagar Palembang keturunan India yang menikah dengan perempuan Palembang.

Baca Juga: Terbaru, Hujan Meteor June Bootids akan Terjadi Akhir Pekan Ini

Martabak ini berbahan dasar tepung terigu, yang diberi telur bebek dan telur ayam, kuahnya berbahan kari kambing yang dicampur kentang. Walaupun berasal dari India namun martabak HAR ini berbeda dengan martabak India. Martabak HAR memiliki kulit martabak yang lebih renyah dan memiliki kuah kari yang tidak terlalu kental, aroma yang tidak terlalu menyengat dan rasa yang tidak terlalu kuat seperti kuah kari asli India.

Martabak HAR terbilang legendaris di Palembang karena sudah ada sejak 1947. Rasanya yang enak membuat martabak ini mampu membuat penikmatnya ketagihan. Bahkan putra bungsu Presiden Jokowi Kaesang, memberi rating 9 untuk menu ini.***(JULIAN)

Editor: Bondan Kartiko Kurniawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x