602 Hari Menuju Pemilu 2024, PDIP Masih Rahasiakan Bakal Calon Presiden

22 Juni 2022, 18:40 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang ancam pecat kadernya jika lakukan manuver politik./ youtube/PDI Perjuangan /

ZONABANTEN.com – Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 memang masih sekitar 2 tahun lagi tepatnya 602 hari dari sekarang.

Namun, cerita-cerita dan unsur politik yang menyertai Pemilu sudah terasa pada saat ini.

Banyak Partai Politik atau tokoh yang mulai bermanuver untuk menghadapi kontestasi Pemilu 2024.

Baca Juga: SEDANG TAYANG! Starting Line-Up Tokyo Verdy vs Kawasaki Frontale, Pratama Arhan Masuk Skuat dan Siap Debut?

Seperti halnya yang dilakukan oleh Partai Nasdem, mereka bahkan sudah menentukan 3 bakal calon Presiden yang mereka usung pada Pemilu 2024.

Nama Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa mengemuka dari Partai Nasdem.

Sementara itu, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa yang menentukan bakal calon Presiden dari partainya adalah hak psedareogratif dirinya.

"Karena saya diberi oleh kalian sebuah hak yang namanya hak prerogatif, hanya Ketua Umum yang menentukan siapa yang akan menjadi calon presiden dari PDI Perjuangan," kata Megawati saat pidato di Rakernas PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin ,21 Juni 2022.

Baca Juga: Pengumuman UTBK SBMPTN 2022 Akan Segera Diumumkan, Begini Cara Cek Hasil dan Waktunya

Seperti diketahui, beberapa tokoh dalam PDIP belakangan ramai disorot.

Nama yang belakangan menjadi sorotan adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR RI Puan Maharani

Megawati menegaskan kepada jajarannya untuk selalu tunduk kepada keputusan partai.

Dia pun menyatakan secara tegas bagi kader yang berani melakukan manuver politik untuk keluar dari partai.

"Kalian siapa yang berbuat manuver-manuver keluar. Karena apa, tidak ada di dalam PDI Perjuangan itu yang namanya main dua kaki, main tiga kaki, melakukan manuver," ujarnya menegaskan.

Baca Juga: SEDANG TAYANG Tokyo Verdy vs Renofa Yamaguchi, Ada Pratama Arhan di Skuad! Siap Keluarkan Senjata Andalan

"Ingat lho, lebih baik keluar deh daripada saya pecati lho kamu, saya pecat lho," kata Mega menambahkan.

Selain itu, Megawati juga membahas istilah koalisi yang banyak digunakan.

"Koalisi, koalisi, koalisi. Tidak ada, tidak ada. Kalau kerja sama, yes. Kenapa? Koalisi itu, kan, saya ikutin terus yang namanya pemilihan prime minister (perdana menteri) dan apa bedanya. Ini tata kenegaraan kita. Ini tata negara kita tahu enggak. Kalau masih ada yang ngomong di PDIP urusan koalisi-koalisi, out!" kata Megawati.

Megawati berujar, dalam sistem presidensial, setiap pembagian harus melalui proses perhitungan.

"Majority ada yang dari oposisi, kan, gitu. Ada yang ngikut itu mesti ada hitungane (hitungannya), suaramu piro (suaramu berapa), kursimu piro (kursimu berapa), maune jadi opo (maunya jadi apa), di kita kan enggak," ucapnya.

Megawati pun mengungkapkan kekesalannya atas hal tersebut lantaran dinilai tidak sesuai tata negara yang berlaku di Indonesia.

"Bukannya saya ini, ini kritik membangun, lho. Jangan mainin saya diguling-guling, digoreng-goreng. Ini tata pemerintahan dan tata kenegaraan Republik Indonesia, lho, saya sudah enggak tahan. Lho kok jadi gini piye," ucapnya.

Info Pemilu Lainnya KLIK DISINI***

Editor: Rahman Wahid

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

Terpopuler