Ulama Dunia lulusan Universitas Al-Azhar Kairo, 4 Diantaranya berasal dari Indonesia

- 19 Januari 2022, 21:31 WIB
Kitab karya Syekh Nawawi Al Bantani di Bait Nawawi, di Kampung Pesisir, Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara.
Kitab karya Syekh Nawawi Al Bantani di Bait Nawawi, di Kampung Pesisir, Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara. /Ken Supriyono/SerangNews.com/
 
ZONABANTEN.com –Indonesia patut bangga memiliki 4 ulama dunia lulusan Universitas Al-Azhar Kairo, yang karyanya menjadi rujukan khazanah keilmuan islam tingkat dunia.
 
Ulama ini secara konsisten memberikan pemahaman keagamaan dengan berbagai argumentasinya yang moderat melalui kitab-kitab karyanya yang menjadi rujukan di berbagai Universitas Islam di seluruh dunia.
 
Mereka juga menanamkan toleransi demi menjaga persatuan umat di seluruh dunia. Pemahaman ini mereka sampaikan salam sarah kitab-kitabnya.
 
1.KH Abdul Manan Dipomenggolo.
KH Abdul Manan Dipomenggolo adalah orang Indonesia yang pertama kali belajar di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir sekitar tahun 1850 M.
 
 
2. KH Abdul Manan Dipomenggolo adalah pendiri Pondok Pesantren Tremas, Pacitan, Jawa Timur pada tahun 1830, yang juga kakek dari Syeikh Mahfudz Tremas.
Beliau berguru pada Imam besar ke-19, Ibrahim Al-Bajuri Mesir. Sehingga banyak kitab karangan gurunya, seperti kitab Fath al-Mubin, syarah dari kitab Umm al-Barahin, sangat populer di banyak pondok pesantren di Indonesia.
 
3. KH Abdul Manan adalah salah satu ulama Ahlussunnah yang pertama kali membawa, mengaji, dan mengajarkan kitab Ithaf Sadat Al-Muttaqin, yaitu syarah dari kitab Ihya Ulumuddin karya Imam al-Ghazali.
Beliau menurunkan generasi ulama berikutnya diantaranya Syeikh Mahfudz Tremas yang kemudian menjadi guru dari KH Hasyim Ash’ari, KH Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syamsuri. Ketiga ulama ini kemudian mendirikan Nahdlotul Ulama tahun 1926.
 
 
4.Syeikh Muhammad Nawawi Al-Jawi Al-Bantani
Syeikh Muhammad Nawawi Al-Jawi Al-Bantani adalah salah satu ulama Indonesia bertaraf Internasional yang berasal dari Serang Banten dan bermukim di Mekkah sampai akhir hayatnya.
Syeikh Nawawi Al-Bantani adalah Imam Besar Masjidil Haram. Beliau salah satu ulama dan intelektual dunia yang sangat produktif menulis kitab, tak kurang dari 115 karyanya di bidang ilmu Fiqh, tauhid, tasawuf, tafsir dan hadist.
 
Kitab karya Syeikh Nawawi Al-Bantani menjadi kitab rujukan dan acuan di berbagai Universitas Islam di dunia, termasuk di Universitas Al-Azhar Kairo. Beberapa kitab yang sangat monumental adalah al-Tafsir al-Munir li al-Muallim, Kasyf al-Maruthiyah syarah Matan al-Jurumiyah.
 
 
Syeikh Nawawi Al-Bantani belajar di universitas Al-Azhar Kairo pada generasi pertama sekitar tahun 1850. Kemudian beliau menetap di Mekkah menjadi Syeikh dan ulama yang sangat didengar fatwanya. Bahkan beliau sering diundang oleh universitas Al-Azhar untuk memberikan fatwa-fatwa terkait masalah fiqh dll yang kemudian dianut oleh masyarakat islam di dunia.***
 
 
***

Editor: Bondan Kartiko Kurniawan

Sumber: Serang News


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x