Terjadi di Inggris, Pemerintah Bayar Warga yang Mengisolasi Diri karena COVID-19

27 Agustus 2020, 11:27 WIB
ILUSTRASI Covid-19.* //pexels/Miguel A

ZONABANTEN.com – Pemerintah Inggris tengah meningkatkan langkah-langkah strategis untuk mengendalikan wabah virus COVID-19.

Salah satunya, pemerintah akan membayar warga berpenghasilan rendah yang mengisolasi diri karena dipastikan atau diduga mengidap corona. Virus penyebab penyakit COVID-19.

Langkah ini diambil setelah kalangan politisi oposisi mendesak pemerintah untuk menerapkan sistem pembayaran, di tengah kekhawatiran bahwa sebagian warga tidak akan bisa mematuhi panduan kesehatan karena mereka harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Aksi Menjanjikan dari Joan Mir, Buka Peluang Juara Team Suzuki Ecstar MotoGP

Dikutip dari Antara, pihak pemerintah setempat lantas mengambil kebijakan. Warga yang dinyatakan positif mengidap corona akan mendapat bantuan uang 130 pound (sekitar Rp2,5 juta) selama periode karantina,yaitu sekitar 10 hari.

Anggota-anggota rumah tangga mereka, yang harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari, akan mendapat 182 pound (sekitar Rp3,5 juta).

Uang bantuan itu akan diberikan kepada warga yang berada dalam sistem bantuan kesejahteraan, yang dikenal sebagai Universal Credit atau Working Tax Credit, atau warga yang tidak mampu bekerja dari rumah.

Baca Juga: Jadwal Acara Trans7 Kamis 27 Agustus 2020, Ambil HADIAH di Indonesia Giveaway

Skema itu akan coba diterapkan pertama kali bagi warga di Blackburn, Pendle, dan Oldham, yang mengalami karantina wilayah karena tingkat penularan virus di daerah mereka lebih tinggi.

"Masyarakat Inggris telah mengorbankan banyak hal untuk membantu memperlambat penyebaran virus. Mengisolasi diri jika dinyatakan positif COVID-19, atau telah melakukan kontak dengan seseorang yang mengidapnya, tetap penting untuk tetap memantau wabah di daerah setempat," ujar Matt Hancock, Menteri Kesehatan.

Seperti diketahui, lebih dari 65.000 orang di Inggris meninggal akibat virus corona, menurut kantor statistik pemerintah.

Baca Juga: Rencana Pembukaan Bioskop di Jakarta, Anies : Lebih Aman Dari Kantor dan Restoran

Lonjakan wabah di Inggris berlangsung lebih lama dan menyebar ke lebih banyak tempat daripada di negara-negara Eropa yang terpukul paling parah, seperti Italia dan Spanyol.***

Editor: Bondan Kartiko Kurniawan

Sumber: Permenpan RB

Tags

Terkini

Terpopuler