Sejarah Bulutangkis Indonesia, Menoreh Segudang Prestasi

- 17 September 2021, 07:17 WIB
Anthony Ginting perebutkan medali perunggu tunggal putra badminton untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2021, berikut link nonton tersedia.
Anthony Ginting perebutkan medali perunggu tunggal putra badminton untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2021, berikut link nonton tersedia. /ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww
ZONABANTEN.com - Siapa yang tidak kenal dengan cabang olahraga bulutangkis, salah satu permainan yang populer dan digemari oleh masyarakat Indonesia.
 
Tahukah Anda, asal usul bulutangkis sudah dikenal lebih dari 2000 tahun yang lalu. Bulutangkis diperkirakan berkembang pertama kalinya di zaman Cina kuno, saat itu bulutangkis dimainkan dengan menggunakan penepak dari kayu.
 
Selain di Cina, olahraga bulutangkis juga dipercaya berkembang lewat permainan battledores yang populer di Inggris tempo dulu. Permainan ini menggunakan sebuah tongkat pemukul untuk menjaga shuttlecock tetap berada di udara dan tidak jatuh ke tanah.
 
 
Bulutangkis pun dengan cepat menyebar ke berbagai penjuru negara. Pada tahun 1920-an menyebar ke Eropa Utara, Amerika Utara, dan Asia. Selanjutnya sejarah mengatakan di tahun-tahun itulah badminton masuk Indonesia
 
Sementara itu, pada tanggal 5 Juli 1934, didirikan International Badminton Federation (IBF), sebuah organisasi yang mengatur kegiatan badminton di tingkat internasional.
 
Di Indonesia sendiri, pembentukan organisasi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mulai didirikan pada 5 Mei 1951 kemudian resmi menjadi anggota IBF di tahun 1953 dan sejak saat itulah Indonesia memulai menoreh segudang prestasi.
 
Sejak saat itu, permainan bulutangkis menjadi semakin populer dan mengalami perkembangan pesat terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, 
 
 
Bulutangkis dapat dimainkan di dalam maupun luar ruangan, di atas lapangan yang dibatasi dengan garis-garis dalam ukuran panjang dan lebar tertentu.
 
Ukuran luas lapangan bulutangkis dibagi menjadi dua sama besar dan dipisahkan oleh net yang tergantung di tiang net kemudian ditanam pada posisi pinggir lapangan.
 
Permainan bulutangkis tidak hanya menuntut kemampuan fisik dan mental tetapi juga memerlukan kemampuan teknik yang baik dalam menghasilkan pukulan untuk mendapatkan poin.
 
Alat yang dibutuhkan untuk bermain bulutangkis adalah raket yang terbuat dan shuttlecock (kok) yang fungsinya sebagai kok. serta jaring net sebagai pembatas dua area.
 
Dengan sering berlatih bermain bulutangkis secara rutin juga bisa membantu menjaga kepadatan tulang sejak dini dan mencegah perkembangan osteoporosis di masa tua.***

Editor: Bondan Kartiko Kurniawan

Sumber: Beragam Sumber


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X