Volume Sampah di Kota Tangerang Ribuan Ton per Hari, Nurdin: Konsep 3R Perlu Dimasifkan

- 21 April 2024, 12:07 WIB
Pj. Wali Kota Tangerang saat menggelar audiensi dengan sejumlah kepala OPD Kota Tangerang, Jumat, 19 April 2024.
Pj. Wali Kota Tangerang saat menggelar audiensi dengan sejumlah kepala OPD Kota Tangerang, Jumat, 19 April 2024. /Pemkot Tangerang

ZONABANTEN.com – Volume sampah di Kota Tangerang saat ini mencapai 1.500 ton per hari. Jumlah tersebut bahkan mengalami peningkatan sebesar 20 persen pasca lebaran 2024. Hal ini menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

Menurut Penjabat (Pj.) Wali Kota Tangerang, Nurdin, sistem pengelolaan sampah di Kota Tangerang perlu diperbaiki guna mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sebab, kata Nurdin, kapasitas TPS dan TPA juga terbatas. Jika sampah-sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Tangerang terus dibuang ke sana, akan terjadi penumpukan yang pada akhirnya mengganggu kenyamanan masyarakat setempat.

“Mengingat kapasitas tempat pembuangan yang semakin lama semakin terbatas, tentunya diperlukan tata kelola alternatif, salah satunya adalah dengan upaya mereduksi volume sampah dari sumbernya,” kata Nurdin.

Baca Juga: Belajar dari Kebakaran TPA Rawa Kucing, Pemkot Tangerang: Ayo Kita Kurangi Sampah Bersama-sama

Oleh karena itu, dia mendorong masyarakat Kota Tangerang untuk menerapkan konsep 3R atau reduce (mengurangi sampah), reuse (memanfaatkan sampah), dan recycle (mendaur ulang sampah) yang bernilai ekonomis sekaligus berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Konsep zero waste mulai dari reduce, reuse, dan recycle harus dapat dimulai dari rumah tangga, untuk itu perlu dimasifkan selain melalui edukasi juga harus ditunjang dengan program yang dapat memberikan value berupa nilai ekonomis dan ekologis,” ujarnya.

Nurdin mendorong pun masyarakat Kota Tangerang untuk menggiatkan program-program di bidang pengelolaan sampah. Misalnya dengan memanfaatkan bank sampah yang diintegerasikan dengan koperasi agar sampah tersebut bernilai ekonomi.

“Seperti yang sudah dilakukan di beberapa tempat, yaitu Gemas Implan atau Kampung Gempul. Kita dorong agar dapat lebih menggiatkan koperasinya dan diintegerasikan dengan bank sampah serta pemanfaatkan teknologi dan aplikasi,” tuturnya.

Baca Juga: Pasca Kebakaran TPA Rawa Kucing, DLH Kota Tangerang: Ayo Pilah dan Olah Sampah di Rumah

Halaman:

Editor: Rismahani Ulina Lubis


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah