'Beriman' Sebuah Kata Yang Sering Terlupakan - Oleh : Jimmy Hitipeuw*

- 10 Mei 2020, 18:44 WIB
Ilustrasi Tempat Ibadah
Ilustrasi Tempat Ibadah //PIXABAY

 

"Jangan sampai kita yang beragama dipertanyakan oleh mereka yang tidak bertuhan tentang apa sebenarnya manfaat beragama karena mereka tidak melihat arti kata beriman dalam kehidupan."


Dalam suatu sesi mengampu Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di kelas, saya menanyakan kepada mahasiswa saya apakah mereka percaya kepada Tuhan. Mungkin bagi mahasiswa saya saat itu atau bahkan pembaca artikel ini akan berpikir pertanyaan saya itu seharusnya tidak perlu dijawab karena status mereka beragama sesuai dengan identitas yang mereka miliki.

"Saya tidak mengharapkan jawaban 'Ya' atau 'Tidak' dari pertanyaan saya itu," demikian saya menimpali pertanyaan awal itu saat mahasiswa sedang berpikir jawaban apa yang seharusnya diberikan.

"Tetapi, saya ingin kalian berpikir apakah ada bukti dari iman yang kalian miliki di dalam kehidupan ini," lanjut saya.

Baca Juga: Pemotor Lawan Petugas,dan Berkelahi dengan Relawan Di Pos PSBB Jonggol

Pernyataan saya ini untuk menanggapi berbagai masalah yang dialami mahasiswa dan bagaimana mereka mengatasinya dengan iman yang mereka miliki, seperti stres maupun depresi akibat berbagai masalah yang dihadapi hingga kecemasan atau rasa takut berlebihan yang terkadang berbuntut ke upaya bunuh diri atau sikap negatif lainnya.

Benar, saya tidak sedang mengajar agama di kelas saya itu karena saya memang bukan seorang pengajar mata kuliah agama di kelas pluralis itu. Saya ingin mengajak mahasiswa saya merenungkan apakah mereka justru merasakan makna beriman dalam tindakan nyata di kehidupan mereka atau justru terjebak dalam berbagai masalah tanpa mengerti peran iman yang mereka miliki.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata beriman dengan pola kata kerja (verba) memiliki arti mempunyai iman (ketetapan hati); mempunyai keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ungkapan ketetapan hati ini seharusnya bermakna besar sebagai pembuktian dari kata beragama karena disikapi atau terlihat jelas aplikasinya  dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tutur-kata, cara berpikir maupun bersikap.

Baca Juga: Marsinah dan Potret Hak Asasi Kita, Oleh : Savic Ali*.

Halaman:

Editor: Bondan Kartiko Kurniawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah