Konflik AS - Tiongkok di Laut China Selatan Berpotensi Perang Terbuka, Indonesia Diminta Waspada

- 5 Agustus 2020, 08:02 WIB
Armada AS bersiaga di Laut China Selatan. (Foto: Twitter @aircraftcarrier) /

ZONABANTEN.com  - Ketegangan yang terjadi di wilayah regional di sekitar Laut China Selatan masih belum mereda. Potensi konflik antara Tiongkok dan Amerika Serikat yang sedang memanas saat ini diperkirakan dapat berubah menjadi perang terbuka. 

Jika sampai terjadi, maka seluruh negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia diperkirakan akan terkena dampak dari konflik tersebut.

Atas potensi peperangan yang dapat terjadi, Wakil Ketua MPR dari Fraksi Demokrat, Syarief Hasan meminta pemerintah mengantisipasi kemungkinan tersebut. 

Indonesia dikatakan Syarief Hasan tidak menginginkan terjadinya perang terbuka di Laut China Selatan.

Namun kesiapsiagaan Indonesia menyikapi segala kemungkinan perlu dilakukan, termasuk meningkatkan kesiapsiagaan di Laut Natuna Utara.

Baca Juga: Ledakan Besar di Beirut Lebanon, Pentagon Turun Tangan

"Indonesia tidak menginginkan terjadi adanya perang terbuka di Laut China Selatan karena seluruh negara Asia Tenggara akan merasakan dampaknya, termasuk Indonesia. Sehingga, untuk itu perlu perhatian khusus dalam membangun kekuatan militer untuk meminimalisir bahkan mencegah terjadi perang terbuka," kata Syarief Hasan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin 3 Agustus 2020.

Konflik Laut China Selatan diakibatkan oleh perseteruan antara dua negara besar yakni Tiongkok dan Amerika Serikat. Tiongkok yang membuat klaim sepihak terhadap Laut China Selatan berdasarkan nine dash line menyebabkan Amerika Serikat turut ikut campur.

Menurut Syarief Hasan, kondisi ini juga mungkin berpotensi menjadi perang terbuka di Laut China Selatan.

Anggota Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan ini menegaskan agar pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap Natuna Utara.

Halaman:

Editor: Bondan Kartiko Kurniawan

Sumber: Pikiran-Rakyat.com


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X