Polisi Temukan Fakta Baru, Kasus Pembobol BNI Maria Pauline Lumowa

- 29 Juli 2020, 11:38 WIB
BURONAN pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa. /

ZONABANTEN.com – Langkah maju dilakukan Polri.

Pihak kepolisian dan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung dan Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Selasa, 28 Juli 2020, menemukan fakta baru terkait penyelidikan kasus pembobol BNI Maria Pauline Lumowa.

Hal ini terungkap setelah polisi memeriksa seorang saksi, guna mengetahui peran Maria dalam kasus ini.

Baca Juga: Update Harga Emas Batangan dan Buyback Galeri 24, Rabu 29 Juli 2020

"Saksi atas nama RK selaku direktur PT MT telah menandatangani sejumlah dokumen untuk MPL (Maria Pauline Lumowa)," ungkap Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa kemarin, seperti dikutip dari tribratanews.

Melalui pemeriksaan tersebut, RK mengaku PT MT mencairkan letter of credit (L/C) sebesar 4.830 Euro, yang dikonversikan ke dolar pada 13 Juli 2003. Dana itu lalu ditransfer ke dua perusahaan, yakni PT. APB dan PT. OMI, atas perintah Maria selaku pemilik perusahaan.

"MPL ini merupakan pemilik perusahaan dengan kepemilikan saham melalui saudara kandung dan orang-orang kepercayaannya," jelas Awi Setiyono.

Baca Juga: Update Harga Emas Antam LM Rabu 29 Juli 2020 Buy Back Rp.910.000 per Gram

Polisi juga mendapatkan informasi bahwa Maria kerap menjadi pengambil keputusan dalam mengendalikan grup Gramarindo, yang terdiri dari delapan perusahaan.

"Grup Gramarindo sendiri telah mengajukan 40 slip LC ke BNI senilai 76,943 juta US Dollar, kemudian 56.114.446.50 Euro," tutur Awi Setiyono.

Halaman:

Editor: Bondan Kartiko Kurniawan

Sumber: Tribrata News


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X