Kopi Petani Hutan Indonesia Menembus Pasar Dunia, Produk Lokal Kualitas Internasional

- 7 Desember 2021, 13:02 WIB
Gelaran One Day With Indonesia Coffee Fruits Floriculture (ODICOFF) berhasil menarik minat para pelaku usaha di Turki untuk menggandeng petani kopi Indonesia / KLHK
Gelaran One Day With Indonesia Coffee Fruits Floriculture (ODICOFF) berhasil menarik minat para pelaku usaha di Turki untuk menggandeng petani kopi Indonesia / KLHK /

ZONABANTEN.com - Gelaran One Day With Indonesia Coffee Fruits Floriculture (ODICOFF) berhasil menarik minat para pelaku usaha di Turki untuk serius menggandeng para petani kopi di Indonesia.

Sembilan Letter of Intent (LoI) ditandatangani antara tiga pendamping Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dari Kopi Batabual Maluku, Kopi Kerinci Jambi dan Kopi Rimba Bajawa Nusa Tenggara Timur dengan tiga perusahaan Turki yaitu PT 2 A GLOBAL, USEFDER dan International Elite Union CO (IEU).

LoI merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak untuk bekerjasama dan menjajaki peluang pasar kopi dan produk lainnya yang dibutuhkan.

Baca Juga: Pemerintah Batalkan PPKM Level 3, Masyarakat Boleh Lakukan Perjalanan Jarak Jauh, Berikut Syaratnya

LoI akan ditindaklanjuti dengan serangkaian pertemuan intensif para pihak dengan para pelaku usaha untuk memastikan besarnya peluang ekspor, demand dan supply, serta standarisasinya. Turki menjadi salah satu dari 10 negara untuk penyelenggaraan ODICOFF karena negara ini merupakan pintu masuk perdagangan Eropa, Asia dan Timur Tengah.

''Kita bersyukur para petani kopi Indonesia mampu menembus pasar dunia. Bahkan sudah ada pengusaha Turki yang bersedia melakukan pendampingan dan pelatihan agar kualitas kopi sesuai dengan standar yang dibutuhkan pasar internasional. Ini tentu menjadi kabar baik bagi petani kopi di wilayah hutan sosial lainnya,'' ujar Bambang Supriyanto.

Potensi kopi petani Indonesia sangat besar, karena luasan lahan lebih dari 300.000 ha, dimana produksinya bisa mencapai 32.230,79 ton per tahun. Informasi ini dikutip ZONABANTEN.com dari website Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia pada 7 Desember 2021.

Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan izin seluas 12,7 juta ha untuk masyarakat petani sekitar hutan. Melalui hutan sosial, petani dapat meningkatkan ekonomi mereka melalui budidaya tanaman pertanian dengan konsep sosial forestry.

Baca Juga: Polri Pecat Bripda Randy Secara Tidak Hormat Terkait Kasus Mahasiswi Bunuh Diri

Halaman:

Editor: Rizki Ramadhan

Sumber: KLHK


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X