Virus Corona Tak Hanya Serang Otak, tapi Juga Rusak Organ Ini

- 29 Juni 2020, 17:47 WIB
Botol kecil berlabel stiker Vaksin Covid-19 dan jarum suntik medis, terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada 10 April 2020.

ZONABANTEN.com -  Disebut-sebut belum ada vaksin yang bisa mengatasinya, membuat banyak peneliti dari berbagai negara kian penasaran untuk mengobservasi virus corona.  Bahkan -  belum  lama ini – dari sebuah studi awal terhadap pasien yang terjangkit Covid-19 yang dirawat di rumah sakit,  ditemukan fakta menarik. 

Penyakit ini dikatakan dapat merusak otak, menyebabkan komplikasi seperti stroke, peradangan, psikosis, dan gejala mirip demensia pada beberapa kasus yang parah.

Parahnya, efek penyakit ini bukan hanya pada otak saja namun jantung dan ginjal juga bisa berisiko rusak.

Baca Juga: Update Corona Total Kasus Positif Covid-19 di RI sebanyak 55.092 per Senin 29 Juni 2020

Dikutip dari Pikiran-rakyat.com, sebuah pedoman baru Institut Nasional untuk Kesehatan dan Perawatan menunjukkan bahwa dokter yang merawat pasien dengan Covid-19 harus waspada dalam mencari tanda-tanda cedera miokard akut atau tanda-tanda serangan jantung.

Gejala serangan jantung akut termasuk nyeri dada, jantung berdebar-debar kelelahan luar biasa dan sesak napas. Gejala ini mirip dengan pernapasan Covid-19 dan sangat penting untuk memeriksanya dengan menyelidiki gejala-gejala ini.

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Pikiran-Rakyat.com dengan judul Tak Hanya Otak, Jantung dan Ginjal Ternyata Bisa Berisiko Rusak Gara-gara Virus Corona

Alat Elektrokardiografi (EKG) dapat mengidentifikasi pasien dengan dugaan serangan jantung. Pasien-pasien ini harus sering dimonitor untuk mengidentifikasi perburukan jantung atau pernapasan.  Bila virus menyerang otot jantung maka kemungkinan miokarditis (radang otot jantung) dan gagal jantung akan terjadi.

Baca Juga: Ini 10 Resep Obat Tradisional Indonesia, Baik untuk Kesehatan

Adalah Graham Lipkin, seorang konsultan nefrologi dan Presiden Renal Association, menjelaskan bahwa pasien Covid-19 dapat mengalami cedera ginjal akut (AKI) karena berbagai alasan. Salah satunya adalah mereka sering mengalami dehidrasi pada saat mereka tiba di rumah sakit.

Halaman:

Editor: Bondan Kartiko Kurniawan

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X