Sudah 54 Tahun Eksis di Kabupaten Pandeglang, Inilah Apem Barokah yang Terkenal Enak dan Murah Meriah

- 11 Juni 2024, 19:30 WIB
Apem Barokah, kue tradisional khas Kabupaten Pandeglang yang eksis sejak 1970.
Apem Barokah, kue tradisional khas Kabupaten Pandeglang yang eksis sejak 1970. /Diskominfo Provinsi Banten

ZONABANTEN.com – Makanan bercita rasa manis seperti apem sejak dulu menjadi favorit banyak orang. Di tengah gempuran makanan kekinian yang sangat beragam jenisnya, apem tetap menjadi primadona di kalangan pencinta kue tradisional.

Di Kabupaten Pandeglang, ada kue apem yang pamornya tak pernah meredup selama lebih dari lima dekade. Ya, Apem Barokah namanya. Eksis sejak 1970, kue tradisional bercita rasa manis dan gurih ini sudah memanjakan lidah masyarakat setempat selama 54 tahun.

Apem Barokah dibuat dari tepung beras dan tapai yang diuleni hingga tercampur rata, kemudian didiamkan selama 8 jam agar proses fermentasinya sempurna, setelah itu dikukus di dalam dandang hingga apem mengembang dan matang.

Rumah produksi apem legendaris ini berada di Kampung Kadubungbang, Desa Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Rumsah (70 tahun), membuat kue ini setiap hari bersama anaknya, Lina (30 tahun) dan Eno (45 tahun).

Baca Juga: Ketan Bintul, Kudapan yang Pernah Jadi Menu Buka Puasa Sultan Banten, Rasanya Gurih dan Legit

“Setelah adonan tersusun dalam wadah dan dandang dari bambu yang disangga oleh kayu dadap, apem lalu dimasak dalam kuali besar selama 5 menit,” kata Rumsah, dikutip dari situs resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten pada Selasa, 11 Juni 2024.

Menurut Rumsah, Apem Barokah tidak berbahan pengawet sama sekali sehingga umur simpannya sangat singkat, itupun jika kue ini dalam kondisi tertutup dan dibungkus dengan daun pisang. Namun, justru inilah yang menjadi ciri khas dan daya tariknya.

“Apem tahan lama seharian. Kalau mau 2 hari, tutup daunnya, jangan dibuka. Ciri khas apem kita tutupnya pakai daun biar tidak berair, kalau daun pisang sehari bisa habis satu karung,” ujarnya.

Rumsah mengatakan, keluarganya selalu memproduksi Apem Barokah sejak 1970 silam. Mereka nyaris tak pernah libur kecuali ada kondisi yang mendesak. Bahkan saat lebaran atau Idulfitri, keluarganya tetap membuat kue ini karena peminatnya sangat banyak.

Baca Juga: 5 Tempat Makan di Banten yang Populer dan Legendaris, Menunya Banyak Rasanya Enak

Halaman:

Editor: Rismahani Ulina Lubis


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah