Jual Miras tanpa Izin, 10 Pemilik Warung Jamu di Kabupaten Tangerang Disidang

- 30 Mei 2024, 13:01 WIB
Personel Satpol PP Kabupaten Tangerang saat melayangkan surat teguran kepada pemilik warung jamu yang kedapatan menjual miras secara ilegal
Personel Satpol PP Kabupaten Tangerang saat melayangkan surat teguran kepada pemilik warung jamu yang kedapatan menjual miras secara ilegal /Pemkab Tangerang

ZONABANTEN.com – Sepuluh pemilik warung jamu di Kabupaten Tangerang kedapatan menjual minuman keras (miras) secara ilegal. Hal ini diungkapkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang, Agus Suryono.

Menurut Agus, pihaknya telah menggerebek sepuluh warung jamu tersebut pada Selasa, 28 Mei 2024. Warga sekitar mengaku resah karena maraknya penjualan miras di wilayah tempat tinggal mereka. Oleh karena itu, Satpol PP Kabupaten Tangerang mengambil tindakan.

“Kita lakukan tindakan karena mereka sudah melanggar peraturan daerah, penindakan ini dilakukan dengan cara mengedepankan tindakan yang humanis dan persuasif,” katanya, dilansir dari situs resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang pada Kamis, 30 Mei 2024.

Agus melanjutkan, sepuluh pemilik warung jamu tersebut dinyatakan melakukan tindak pidana ringan (tipiring) dan dipanggil untuk menjalani persidangan pada Kamis, 30 Mei 2024 di kantor Satpol PP Kabupaten Tangerang yang berada di Kecamatan Tigaraksa.

Baca Juga: Seorang Ayah di Kabupaten Tangerang Tewas Dibunuh Anak Kandungnya, Begini Kata Polisi

Pihaknya menyita lebih dari seratus botol miras golongan B dan C sebagai barang bukti yang dihadirkan dalam persidangan tersebut. Para penjualnya tidak mengantongi izin untuk mengedarkan miras ini secara bebas.

“Pada saat operasi, kami menerjunkan dua tim yang dibagi di tiga kecamatan, yaitu Tigaraksa, Jambe, dan Panongan. Pelaksanaan operasi yustisi tipiring ini dilakukan dengan target sasaran tempat usaha depot jamu yang menjual minuman beralkohol golongan B dan C tanpa izin,” ujar Agus.

Sementara itu, menurut Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Pemkab Tangerang, Tubagus Muhamad Waisulkurni, para pemilik warung jamu yang menjual miras tersebut melanggar Perda Kabupaten Tangerang Nomor 6 Tahun 2014.

Mereka pun melanggar Perda Kabupaten Tangerang Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol, sementara perda sebelumnya membahas Tanda Daftar Tempat Usaha Pariwisata (TDUP) di Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: Terlibat Tawuran antar Gangster, 3 Pemuda di Kabupaten Tangerang Diringkus Polisi

Halaman:

Editor: Rismahani Ulina Lubis


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah