Petani Badui Kabupaten Lebak Panen Keranji, Buah Langka yang Dijual hingga ke Timur Tengah

- 22 Mei 2024, 14:48 WIB
Buah keranji yang baru saja dipanen petani Badui Kabupaten Lebak
Buah keranji yang baru saja dipanen petani Badui Kabupaten Lebak /ANTARA

ZONABANTEN.com – Sejumlah petani Badui di daerah terpencil Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mulai memanen buah keranji. Tanaman yang tergolong langka ini memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

“Kita hari ini menghasilkan panen buah keranji sekitar sepuluh karung dengan berat 5 kwintal atau 500 kilogram,” kata Santa (50 tahun), seorang petani Badui, sebagaimana yang dilansir dari ANTARA pada Rabu, 22 Mei 2024.

Buah keranji memiliki kulit berwarna hitam dan daging buahnya berwarna oranye. Buah bercita rasa asam dan manis ini menjadi sumber pendapatan utama bagi masyarakat Badui setelah durian.

Tanaman keranji di kawasan pemukiman suku Badui tumbuh di perbukitan dan terus berkembang karena masyarakat Badui melarang penebangan pohon sebagai upaya untuk melestarikan alam dan menjaga pohon keranji tetap lestari.

Baca Juga: Bertemu Ribuan Warga Badui, Pj. Gubernur Banten: Saya Titip Anak-Anak, Jangan Sampai Stunting

Tanaman keranji di kawasan pemukiman Badui telah berusia antara puluhan hingga ratusan tahun, sedangkan tanaman keranji di berbagai daerah di Provinsi Banten kini tergolong langka.

Panen buah keranji di kawasan pemukiman Badui tidak menentu, terkadang setiap dua atau empat tahun, berbeda dengan buah durian yang hampir setiap tahun dapat dipanen. Kebanyakan buah keranji dari Badui ditampung tengkulak besar lalu dipasok ke luar daerah, bahkan hingga ke Timur Tengah.

“Kami panen keranji itu bisa menghasilkan pendapatan sekitar 15 juta rupiah dari 5 kwintal dengan harga 30 ribu rupiah per kilogram,” ujar Santa.

Begitu juga, Pulung (60 tahun), seorang petani Badui lainnya. Menurut dia, hasil panen buah keranji tahun ini cukup baik. Dari lima pohon, ia berhasil menghasilkan sekitar 4 kwintal buah keranji seharga 12 jutarupiah, sedangkan dua tahun lalu hanya mencapai 8 juta rupiah.

Baca Juga: Jelang Pilkada 2024, KPU Kabupaten Lebak Bakal Gelar Sosialisasi di Permukiman Suku Badui

Halaman:

Editor: Rismahani Ulina Lubis


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah