Berusia 335 Tahun, Kanal Mookervaart Peninggalan Belanda Masih Berdiri Kokoh di Kota Tangerang

- 19 Mei 2024, 13:32 WIB
Berusia 335 tahun,  Kanal Mookervaart peninggalan Belanda masih berdiri kokoh di Kota Tangerang.
Berusia 335 tahun, Kanal Mookervaart peninggalan Belanda masih berdiri kokoh di Kota Tangerang. /Pemkot Tangerang

ZONABANTEN.com – Kanal Mookervaart merupakan bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang menjadi salah satu infrastruktur terpenting di Kota Tangerang karena berfungsi sebagai pengendali banjir sekaligus penyalur air bersih.

Kanal Mookervaart yang menghubungkan Sungai Cisadane dan Kali Angke berdiri kokoh di Kota Tangerang sejak 1689 silam sehingga usianya telah mencapai 335 tahun. Kanal ini dibangun seorang tuan tanah berkebangsaan Belanda bernama Vincent van Mook.

Pembangunan Kanal Mookervaart memakan waktu 11 tahun, tepatnya sejak 1678 hingga 1689. Kanal tersebut dibangun untuk mengepung sepertiga aliran air Sungai Cisadane yang kemudian disalurkan ke kanal-kanal di sekitar Kota Batavia.

Kanal Mookervaart kini menjadi salah satu cagar budaya yang masih berdiri kokoh di Kota Tangerang. Guna menjaga eksistensinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang rutin mengadakan Festival Mookervaart.

Baca Juga: Berusia 448 Tahun, Inilah Masjid Tertua di Kota Tangerang, Awalnya Gubuk Kecil Beratap Daun Kelapa

Tahun ini, festival tersebut diadakan pada Kamis dan Jumat, 30-31 Mei 2024. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, Rizal Ridolloh, pihaknya ingin masyarakat setempat mengenal sekaligus menjaga Kanal Mookervaart.

“Festival Mookervaart ini mempunyai misi besar untuk merawat ingatan relasi saluran air dengan sejarah Kota Tangerang itu sendiri,” ujar Rizal, dikutip dari situs resmi Pemkot Tangerang pada Minggu, 19 Mei 2024.

“Bahkan festival ini dinilai menjadi momentum untuk meningkatkan rasa kepedulian masyarakat terhadap kelestarian sejarah dan budaya yang ada di sekitar kanal legendaris tersebut,” sambungnya.

Rizal mengungkapkan, Festival Mookervaart tahun ini akan berisi banyak kegiatan. Mulai dari lomba melukis, pertunjukan tehyan, karinding, wayang golek, debus, cokek, sipatmo, hingga mpe go yong dan pertunjukan tradisional lainnya.

Baca Juga: Berusia Hampir 100 Tahun, Makam Kapitan Oey Kiat Tjin di Kota Tangerang Diusulkan sebagai Cagar Budaya

Halaman:

Editor: Rismahani Ulina Lubis


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah