Taman Kota Cilegon Ini Jadi Lokasi Tewasnya 11 Pejuang yang Digantung Tentara Belanda, Berani Mampir?

- 22 April 2024, 16:48 WIB
Taman Kota Cilegon ini jadi lokasi tewasnya sebelas pejuang yang digantung tentara Belanda
Taman Kota Cilegon ini jadi lokasi tewasnya sebelas pejuang yang digantung tentara Belanda /YouTube Zoya Sultan Haura

ZONABANTEN.com – Sebuah taman di Kota Cilegon menjadi saksi bisu tewasnya sebelas pejuang yang dieksekusi tentara Belanda dengan cara digantung. Taman ini tepatnya berada di Lingkungan Pegantungan, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang.

Eksekusi itu dilakukan pasca terjadinya pemberontakan terhadap pemerintah kolonial Belanda yang dikenal dengan peristiwa Geger Cilegon 1888. Nyawa para pejuang tersebut dihabisi secara bergiliran setelah pemberontakan berdarah ini terjadi.

Mereka murka melihat VOC yang bertindak sewenang-wenang dan menjajah wilayah Banten seenaknya. Ki Wasyid yang saat itu merupakan seorang ulama terpandang di Cilegon marah melihat pemerintah kolonial Belanda melarang kegiatan-kegiatan bernuansa Islam.

Puncaknya, sebuah menara masjid di Cilegon dihancurkan karena dianggap terlalu tua. Ki Wasyid dan para muridnya menilai hal ini sebagai bentuk penghinaan terhadap agama Islam. Semua persoalan tersebut memicu pemberontakan yang juga diikuti para petani di Cilegon.

Baca Juga: 5 Tokoh Ini Berpotensi Ikut Pilkada Kota Cilegon Tahun 2024, Salah Satunya Isro Mi’raj

Kemudian, sebelas orang yang terlibat dalam pemberontakan tersebut diadili dengan cara digantung. Mereka adalah Sakimin, Samidin, Kamidin, Hamim, Taslin, Dulmanan, Akhya, Mahmud, Dengi, Oyong, dan Kasar.

Lokasi terjadinya peristiwa memilukan itu diyakini berada di taman Lingkungan Pegantungan. Itulah mengapa namanya Pegantungan. Pemerintah kolonial Belanda juga membuang sejumlah pejuang ke luar wilayah Banten. Ada juga yang dihukum dengan sistem kerja paksa.

Penggantungan ini dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pada 15 Juni 1889, korbannya adalah Kamidin, Samidin, Taslin, Akhya, dan Mahmud. Sesi kedua berlangsung pada 12 Juli 1889, korbannya adalah Oyong, Kasar, Dengi, Sakimin, Hamim, dan Dulmanan.

Momen digantungnya sebelas pejuang tersebut pun disaksikan masyarakat setempat secara langsung. Mereka tidak dapat berbuat apa-apa, hanya terdiam melihat rekan-rekan seperjuangannya tewas dengan cara yang mengenaskan di tangan tentara Belanda.

Baca Juga: Diresmikan AHY, Kota Cilegon Jadi Kota Lengkap Pertama di Provinsi Banten

Halaman:

Editor: Rismahani Ulina Lubis


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah