Hari Bumi Sedunia, Masyarakat Kota Tangerang Diimbau untuk Mengurangi Sampah Plastik

- 22 April 2024, 12:49 WIB
Hari Bumi Sedunia, masyarakat Kota Tangerang diimbau untuk mengurangi sampah plastik.
Hari Bumi Sedunia, masyarakat Kota Tangerang diimbau untuk mengurangi sampah plastik. /DLH Kota Tangerang

ZONABANTEN.com – Masyarakat global kembali memperingati Hari Bumi Sedunia pada Senin, 22 April 2024. Tahun ini, temanya adalah ‘Planet vs Plastics’. Manusia diharapkan dapat menyadari bahwa Bumi semakin dipenuhi sampah plastik yang sangat sulit terurai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Tihar Sopian, mengajak seluruh masyarakat Kota Tangerang untuk mengurangi penggunaan sampah plastik agar Bumi tetap lestari dan layak dihuni seluruh makhluk hidup.

“Mari kita terus bersama-sama semangat dalam melindungi dan menjaga kelestarian lingkungan serta terus merawat Bumi kita dengan sadar akan bahaya sampah plastik. Tentunya hal itu dapat dimulai dengan mengurangi penggunaan plastik,” katanya.

Tihar menyampaikan, masyarakat Kota Tangerang dapat melakukan cara-cara yang sederhana tetapi berdampak luar biasa. Misalnya membawa alat makan sendiri saat bepergian dan menggunakan botol air minum yang dapat diisi ulang.

Baca Juga: Volume Sampah di Kota Tangerang Ribuan Ton per Hari, Nurdin: Konsep 3R Perlu Dimasifkan

Saat ini, volume sampah di Kota Tangerang mencapai 1.500 ton per hari. Oleh karena itu, Tihar mengajak masyarakat Kota Tangerang untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya agar sampah-sampah tidak semakin menumpuk dan menimbulkan masalah.

Tihar mendorong masyarakat Kota Tangerang untuk menerapkan konsep 3R atau reduce (mengurangi sampah), reuse (memanfaatkan sampah), dan recycle (mendaur ulang sampah). Misalnya mengolah sampah organik menjadi pupuk dan tidak menggunakan tas sekali pakai.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan 3R serta melakukan penghijauan di lingkungan rumah. Setiap langkah kecil kita dalam mengurangi penggunaan plastik sangat berarti untuk masa depan Bumi kita. Satu tindakan kecil berdampak besar,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Penjabat (Pj.) Wali Kota Tangerang, Nurdin, konsep 3R perlu digencarkan untuk mengurangi sampah-sampah yang masuk ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Baca Juga: Loyalitas Petugas Kebersihan Kota Tangerang, Belasan Tahun Mengabdi, Terserempet Motor Sudah Biasa

Sebab, ujar Nurdin, TPS dan TPA memiliki kapasitas yang terbatas. Jika masyarakat Kota Tangerang terus membuang sampah begitu saja, sampah ini akan menumpuk dan berpotensi menimbulkan masalah baru, misalnya kebakaran.

Seperti yang terjadi di TPA Rawa Kucing beberapa waktu lalu, si jago merah berkobar begitu dahsyat. Ratusan petugas pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan untuk menaklukannya. Bahkan ada yang tumbang dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Jika sampah organik terlalu lama menumpuk hingga menggunung, sampah ini berpotensi terbakar akibat gas metana yang dihasilkannya. Mengingat sebagian besar sampah di Kota Tangerang adalah sampah rumah tangga, konsep 3R sangat penting untuk diterapkan.***

Editor: Rismahani Ulina Lubis


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah