Haul ke-468 Tahun Sultan Maulana Hasanuddin, Pj. Gubernur Banten: Kita Lanjutkan Perjuangannya

- 20 April 2024, 14:01 WIB
Pj. Gubernur Banten saat menghadiri Haul ke-468 tahun Sultan Maulana Hasanuddin di halaman Masjid Agung Banten, Jumat, 19 April 2024.
Pj. Gubernur Banten saat menghadiri Haul ke-468 tahun Sultan Maulana Hasanuddin di halaman Masjid Agung Banten, Jumat, 19 April 2024. /Pemprov Banten

ZONABANTEN.com – Penjabat (Pj.) Gubernur Banten, Al Muktabar, menghadiri Haul ke-468 tahun Sultan Maulana Hasanuddin di halaman Masjid Agung Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Jumat, 19 April 2024.

Al Muktabar mengatakan, Sultan Maulana Hasanuddin adalah sosok yang patut diteladani karena dia telah menyiarkan agama Islam di Provinsi Banten sekaligus menyatukan berbagai kalangan masyarakat setempat, khususnya ulama dan umara.

“Terima kasih dan apresiasi atas segala inisiasi Haul Sultan Maulana Hasanuddin Banten,” katanya.

Al Muktabar melanjutkan, Sultan Maulana Hasanuddin telah mengukir sejarah yang patut dikenang di Tanah Jawara. Hal ini tampak pada sejumlah bangunan dan benda-benda bersejarah yang ditemukan di Provinsi Banten.

“Juga dalam penyebaran agama Islam di Banten,” ujarnya.

Baca Juga: Angka Pengangguran dan Kemiskinan di Provinsi Banten Turun, Begini Kata Al Muktabar

Menurut Al Muktabar, Sultan Maulana Hasanuddin yang datang jauh sebelum negara kita merdeka juga berkontribusi terhadap pembentukan Indonesia. Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat Provinsi Banten untuk melanjutkan perjuangan sang sultan.

“Kita akan terus melanjutkan pembangunan Banten. Semoga kita diberikan kekuatan untuk terus melanjutkan pembangunan di Banten,” tuturnya.

Al Muktabar menegaskan, masyarakat Indonesia harus mempelajari sejarah bangsanya agar dapat menghargai jasa-jasa para pahlawannya, termasuk Sultan Maulana Hasanuddin. Dia pun berharap masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Provinsi Banten semakin kompak.

“Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Kemerdekaan harus diisi dengan pembangunan. Kita harus bersatu padu, harus kompak, sehingga tercipta stabilitas,” ucapnya.

Menurut Al Muktabar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah meraih berbagai pencapaian yang harus dilanjutkan sekaligus ditingkatkan. Oleh karena itu, dia mengharapkan kontribusi dari seluruh masyarakat Provinsi Banten.

Baca Juga: Pasca Pemilu 2024, Al Muktabar Bilang Kondisi Provinsi Banten Aman dan Terkendali

“Dengan modal bersama, kita akan melanjutkan perjuangan Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Kita semua bersatu untuk Banten agar memiliki stabilitas yang kuat. Kita senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan,” katanya.

Sementara itu, sejak Belanda dan Jepang berkuasa di Indonesia, Banten dikenal sebagai daerah yang kaya akan peninggalan bersejarah. Pergaulan masyarakatnya sangat luas sehingga toleransi antar pemeluk etnis dan agama di daerah ini kala itu sangat tinggi.

Banten dijuluki sebagai Tanah Jawara karena dulu memiliki banyak pendekar yang pandai ilmu bela diri. Dulu, Banten adalah pusat perdagangan rempah-rempah karena letaknya strategis. Sultan Maulana Hasanuddin memimpin Banten pada abad ke-16.

Setelah itu, Banten dipimpin Sultan Ageng Tirtayasa pada abad ke-17. Sebelum Islam masuk ke wilayah Banten pada awal abad ke-16, masyarakatnya menyembah berhala dan menganut kepercayaan lain.***

Editor: Rismahani Ulina Lubis


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah