Duel Maut di Ciputat Tangsel, Penagih Hutang Tewas di Tangan Penjual Gorengan

- 17 Januari 2022, 17:23 WIB
Ilustrasi duel maut
Ilustrasi duel maut /Pixabay.com/


ZONABANTEN.com - NS seorang penagih hutang harus meregang nyawa, usai duel dan cekcok dengan CS saat ditagih Rp350 ribu. Dikatakan Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) AKP Aldo Primananda Putra, NS meninggal dunia usai mendapatkan luka bacok.

"Awal mula kejadian saat korban NS datang ke rumah CS untuk menagih utangnya sebesar Rp350 ribu. “Korban (NS) udah meninggal dunia di tempat. Pelaku dirawat di RS IMC Ciputat. Jadi di dalam rumah berduel keduanya. Pelaku kena sabetan di leher bekas senjata tajam," kata Aldo kepada wartawan, Senin 17 Januari 2022.

Awalnya tidak ada senjata yang dipersiapkan, tapi golok maupun pisau itu yang ada di rumah kebetulan ada. Tetapi saat ditagih, pelaku (CS) ini belum bisa bayar (utang). Maksudnya dia mau dagang gorengan dulu belum bisa bayar. Mungkin ada perselisihan di situ timbul cekcok dan duel satu lawan satu,” jelas Aldo.

Baca Juga: Rindukan Lucas Usai 5 Bulan Hiatus, Penggemar Masih Berharap WayV Rayakan Anniversary Bertujuh

Perselisihan berlangsung sengit karena keduanya duel menggunakan senjata tajam. Alhasil, korban meninggal dunia di tempat karena kena sabetan pisau di bagian lehernya. Kemudian pelaku CS dalam keadaan kritis dan tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit kawasan Ciputat.

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), salah seorang saksi mata Evan Kausar menuturkan, hal ini bermula dari adanya penagihan utang yang datang ke rumah terduga pelaku di RT 03/09 Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Tangsel.

“Awalnya ada bank keliling datang untuk menagih utang, kemudian cekcok dengan pelaku dan langsung terjadi keributan,” kata Evan di lokasi kejadian.

Baca Juga: Ngeri! Ternyata Ini Dampak Letusan dan Tsunami Tonga bagi Indonesia

Selanjutnya, setelah terjadinya cekcok mulut antara korban dengan pelaku, terdengar suara teriakan permintaan tolong. Setelah dilihat ternyata sudah banyak ceceran darah dengan sejumlah luka pada keduanya.

“Keterangan orang yang melihat langsung, tukang gorengan itu yang mengeluarkan senjata tajam jenis golok. Tapi ada dua senjata tajam, jenis golok dan pisau,” jelas dia.

Halaman:

Editor: Bondan Kartiko Kurniawan


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x